WISATA
Parisj Van Sumatra
Jika kota kembang Bandung dikenal turis sebagai Parisj van Java, tidak sedikit yang melabeli kota wisata Bukittinggi sebagai Parisj van Sumatra. Itu tidak berlebihan. Bukittinggi memang kota yang perpaduan keindahan alam dan bangunan modernnya akan membuat siapa pun rindu untuk kembali. Mengunjungi Sumatra Barat belum dikatakan lengkap jika belum datang ke Bukittinggi. Jumlah wisatawan yang melancong ke kota indah ini bahkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan kota-kota lain di Sumatra Barat. Tidak heran jika Bukittinggi disebut juga sebagai Kota Wisata. Kota Bukittinggi terletak 108 km dari kota Padang. Sesuai namanya, kota ini terletak di bukit yang tinggi, membuat hawa kota ini sangat sejuk yaitu sekitar 27oC pada siang hari dan bisa turun hingga 18oC pada malam hari. Bandingkan dengan kota Padang yang berada tepat di tepi pantai dan berhawa panas (32-34oC). Dengan cuaca yang bersahabat seperti itu, banyak turis mancanegara yang memilih berlama-lama tinggal di Bukittinggi.
————————————————————————————————
Ngarai Sianok, The Best Turism Object
Kendati sebagian dindingnya pernah runtuh akibat gempa 6 Maret 2007 lalu, ternyata Ngarai Sianok tidak kehilangan eksotikanya. Justru panorama yang disuguhkannya tetap dianggap indah, sehingga pada akhirnya salah satu objek wisata kebanggaan Kota Bukiktinggi ini ditetapkan sebagai best tourism object (objek wisata terbaik) yang didapuk mendapat Padang Tourism Award (PTA) 2007.
Terpilihnya Ngarai Sianok sebagai pemenang PTA untuk kategori objek wisata terbaik itu, menyisihkan 7 objek wisata lain di Sumbar yang juga eksotik seperti Pantai Carocok (Painan), Pantai Padang, wisata tambang Sawahlunto, Ambun Pagi (Agam), Danau Kembar (Kabupaten Solok), Lembah Harau (Kabupaten Limopuluah Koto) dan Anai Resort (Padangpariaman). Ngarai Sianok ini merupakan lembah curam (jurang) yang memanjang dan berkelok dari selatan Ngarai Koto Gadang sampai di Ngarai Sianok Enam Suku, dan berakhir sampai Palupuah. Jurang sedalam sekitar 100 m yang membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m ini, merupakan bagian dari patahan yang memisahkan Pulau Sumatra menjadi dua bagian memanjang (Patahan Semangko).















Rendy said,
June 24, 2008 @ 4:49 pm
Thanks……. Tas Informasinya,… P`
Tambahin Informasinya yang lain ya… P`
Si Midun said,
September 17, 2008 @ 7:24 am
Assalamu’alaykum sanak sudaro kasadonyo…
b’a kaba… ?
Ondeh… mancaliak jam gadang iyo agak ta ibo hati dek kami nan di rantau koha… kok lai panjang ingua.. ups.. umua… insyaallah busuak rayo kapulang kampuang…
ba’a agak hati sanak sudaro tu hah… lai sapakaik…
pak de tea said,
September 22, 2008 @ 8:31 am
kapan yah… bisa manjat jam gadang rame-rame..???
vie_mop said,
February 5, 2009 @ 8:22 am
wah…………………..
ngarai sianok rancak yo…………..
ingin rasonyo……………
bersatu dengan nya….
biar sama indahnya ma gw……….
ika said,
February 7, 2009 @ 10:08 am
sedikit info ni……….
pk…..turun dikit dech….dari buki tinggi …lewat kelok 44 di situ ada t4 wisata yg baguuuuus bgt……namanya danau maninjau he he ( promosi…)
vie.mop said,
February 14, 2009 @ 5:26 am
wahhhhhhhhh………………….
katanya jam gadang,,,,,,,,,
tp kok kecil juga ya………
he……he…………..