Rencana pemblokiran situs porno yang akan berlangsung bulan April-Mei 2008 ini mengundang banyak tanggapan. Jelas, ada yang sepakat dan ada yang tidak. Lebih banyak lagi yang tidak ambil pusing.
Kejahatan memang punya banyak jalan. Seperti juga banyaknya jalan menuju kebaikan. Modalnya sama, kemauan. Kemauan untuk berbuat jahat menjadi modal untuk menemukan beragam jalan untuk berbuat maksiat. Ditutupnya situs porno tidak serta merta menutup pintu-pintu maksiat. Bila kemauan itu begitu kuat, ada banyak cara baru untuk merakitnya menjadi keselarasan dengan keinginan. Apakah itu mempelajari cara menjebol, atau cara-cara lain yang lebih canggih.
Tapi kita perlu mengapresiasi kebijkan ini. Mendukung penuhi sekaligus mengawasi. Sebab, terlalu banyak abjadiayah kelemahan bangsa ini. Terlalu lelah kita untuk sedikit mengejanya satu persatu.
Jangan lupa. Bukan hanya situs porno yang merusak bangsa ini. Perhatikanlah. Betapa vcd porno telah merenggut masa depan ribuan wajah. Tidak terkecuali bocah-bocah. Bila dulu melihat, sekarangpun video porno itu dibuat dengan mereka sebagai pelakunya. Astaghfirullah. Di Bukittinggi beberapa waktu lalu, pelajar SMA favorit melakukan adegan itu. Parahnya lagi disebar ke rekan-rekannya. Kemaren, Pelajar SMP Mungka kabupaten Lima Puluh Kota menyimpan video porno dikameranya. Ya, inilah generasi porno. Semoga tidak mewabah. Ayo bersama. Bunuh pornoisme mencegah berkembangnya generasi-generasi porno.














